SHOLAT DALAM BINGKAI SYARIAT DAN KESEHATAN 2

Oleh:Muhammad Zainuddin*

3.MEMBACA TAKBIR DAN MENGANGKAT KEDUA TANGAN
Dalam kitab klasik, para ulama’ sudah mencoba membuka rahasia dibalik penggunaan takbir sebagai pembuka sholat, salah satunya adalah Imam Sulaiman Al Bujairimi, beliau mengatakan bahwa dengan takbir, seseorang yang akan menjalankan sholat dapat menghadirkan keagungan Dzat yang akan dia sembah, bersiap mengabdi kepada-Nya, sehingga muncul rasa khusyu’ ketika sholat.
Jalal Asy-Syafi’I melihat bahwa pembukaan sholat dengan menggunakan takbir dan mengangkat kedua tangan sekaligus, berfungsi sebagai isyarat bagi orang yang tuli dan buta dalam sholat berjamaah. Orang yang tuli dapat melihat isyarat dengan diangkatnya kedua tangan, sedang orang yang buta dapat mendengar suara takbir. Secara filosofis, mengangkat kedua tangan adalah sebagai simbol mengabaikan dunia dan mempersiapkan diri semata-mata hanya untuk beribadah. Mengangkat kedua tangan juga dapat diartikan sebagai simbol penyerahan diri kepada Allah dan penyelaras setiap perbuatan dengan kandungan takbir (allahu akbar).
Dalam tinjauan medis, takbir sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan kedua pundak, mengarahkan dua telapak tangan ke arah kiblat, dan merenggangkannya hingga rongga dada mengembang, merupakan gerakan yang berguna untuk mengencangkan otot dada ke atas menjadikan tulang belikat (emusir) yang berada di punggung kembali sejajar dan rata, serta menguatkan otot lengan. Sehingga, ketika aktivitas tersebut diulang-ulang setiap hari secara rutin, otot-otot dada, persendian bahu serta otot-otot kedua belah bahu menjadi kuat. Bahkan pundak dan punggung akan terlindung dari pembungkukan.

4.RUKUK
            Posisi rukuk yang ideal adalah ketika tubuh membentuk sudut yang lurus dengan kedua kaki berdiri tegak. Punggung dalam keadaan lurus dan tidak membungkuk. Sementara leher tetap sejajar dengan badan. Keconndongan badan tidak bertumpu pada pergelangan tangan maupun kedua sendi pergelangan tangan. Dari posisi yang begitu sempurna, menyebabkan jantung sejajar (horizontal) dengan pembulu darah yang sebelumnya lebih tinggi. Hal ini sangat bermanfaat untuk mempermudah aliran darah ke jantung, membantu memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Pelurusan tulang belakang pada saat rukuk dapat mencegah pengapuran.
          Faridah Al Basuri menambahkan meletakkan kedua tangan di atas kedua lutut dapat merangsang kedua lutut untuk bergerak. Proses ini berfungsi untuk mendorong kedua tempurung lutut kebelakang, sehingga darah akan mengalir menuju kedua tempurung ini.

5.SUJUD
             Dalam sujud, meletakkan kepala pada posisi yang paling rendah juga akan membantu seseorang untuk merendahkan diri di hadapan Allah. Jika rukuk dan sujud tidak sempurna, maka dapat dikatakan jiwa kita belum mencapai ketundukan dan kerendahan sebagaimana yang diharapkan. Artinya, akan semakin jauh untuk meraih kesempurnaan sholat, yaitu merasakan khusyuk, tunduk, rendah, dan tenang di hadapan sang Pencipta.
             Berbeda dengan rukun yang lain, sujud dilakukan dua kali dalam satu rakaat, karena gerakan yang satu ini lebih menunjukkan kerendahan serta rasa syukur atas janji terkabulnya doa yang dipanjatkan di dalamnya.
               Dalam sebuah penelitian, sujud memiliki beberapa manfaat. Pertama, dengan membengkokkan kedua lutut di saat sujud, dapat mencegah kejang (kaku) pada kedua lutut. Kedua, posisi badan membungkuk ke depan dan peletakan dahi di atas tanah sangat membantu proses pemijatan pada perut dan pencernaan sehingga dapat menguatkan persendian serta menempatkan rahim pada posisi sebenarnya (bagi wanita) yang sangat berguna untuk mencegah kelainan dan kerusakan. Ketiga, mengaktifkan dan menguatkan pembuluh darah serta menambah elastisitasnya. Keempat, memperkuat dan memperbesar otot-otot, baik otot paha, dada maupun betis, serta membantu sirkulasi darah ke seluruh tubuh untuk mencegah wasir.

6.TUMAKNINAH.
              Tumakninah diartikan sebagai ketenangan anggota tubuh selama beberapa waktu, sebab inti dari Tumakninah adalah ketenangan yang terjadi antara dua gerakan. Tumakninah, khusuk, dan khudhu’ dalam sholat memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas sholat seseorang. Tanpa dasar-dasar ketenangan tersebut, sholat tidak ada bedanya dengan olahraga.
            Sebagian orang mengeluhkan sulit untuk mendapat rasa khusyu’. Kesulitan pemusatan dalam satu titik, pikiran yang melayang-layang, serta persaan yang tidak menentu semakin membuat kesadaran kita sulit dikendalikan. Kita sering lupa dengan apa yang kita baca, jumlah rakaatnya, bahkan tahu-tahu sholat sudah selesai. Otak kita seperti bekerja sendiri-sendiri. Yang satu mxengeluarkan memori bacaan dan gerakan yang biasa dilakukan setiap sholat secara refleks, sedang pikiran yang satu melayang-layang di angkasa. Hal ini disebabkan otak memiliki dua bagian, yaitu otak kiri (left cerebral hemisphere) yang berfungsi sebagai tempat proses berfikir secara logis, sekuensial, linear, rasional. Dan otak kanan (right cerebral hemisphere) yang berfikir secara acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik ( spiritual).
              Al Ghozali menuturkan untuk mendapatkan kekhusyukan hati ketika sholat, hendaknya seseorang mulai menghayati makna-makna dari setiap kegiatan yang dilakukan menjelang sholat.

7.DUDUK DAN TASYAHUD
              Para ulama’ sepakat bahwa duduk dalam tasyahud akhir memang menjadi rukun yang harus dipenuhi untuk keabsahan sholat. Didalamnya terkandung berbagai macam hikmah ilahiyyah. Diantaranya adalah perbedaan posisi duduk dalam tasyahud awal dan tasyahud akhir. Sebagaimana yang disampaikan oleh Asy-Syabramalisi. Yaitu, supaya tidak terjadi kekeliruan dalam jumlah rakaat, bahkan bagi makmum masbuq akan tahu sampai pada tasyahud yang mana sehingga ia akan tahu jumlah rakaat yang harus ia lakukan.
             Mengacungkan jari telunjuk dilakukan sebagai isyarat keesaan sang Pencipta dengan menyatukan pengakuan antara ucapan, perbuatan dan keyakinan. Sementara untuk pemilihan jari telunjuk, karena jari telunjuk bersambungan langsung dengan hati sehingga akan menyebabkan penghayatan yang mendalam. Berbeda dengan jari tengah yang berkaitan langsung dengan alat kelamin.
              Secara medis, posisi duduk tasyahud akhir dapat menghindari penyakit wasir, menghindari mengerasnya kelenjar alat kelamin laki-laki, serta mengurangi keluarnya liang dubur tersembur keluar (prolopsusrecti) dan rahim tersembur keluar (propopsus uteri). Jika duduk tasyahud ini dilakukan dengan benar, maka dapat menjegah impotensi bagi laki-laki.

8.SALAM
               Gerakan salam yang merupakan penutup sholat dengan memalingkan kepala ke samping kanan dan kiri sangat berguna untuk menguatkan oto-otot leher. Kelenturan pada persendian-persendian leher akan semakin terjaga dengan sempurna ketika gerakan kepala sampai terlihat putihnya pipi. Gerakan ini juga akan membantu mempercepat aliran getah bening dari leher ke jantung. Getah bening berperang penting dalam sistem kekebalan tubuh.
              Relaksasi otot di sekitar leher dan kepala dapat menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. Wa Allaha’lam

*Penulis adalah sekretaris Hislab

0 komentar:

Posting Komentar

IndoBoClub